Gambaran Umum Desa

Desa Tangga Batu terletak di kecamatan seluma selatan kabupaten seluma Provinsi Bengkulu yang berjarak sekitar 65 Km dari ibu kota Provinsi.   merupakan mayoritas penduduk nya beragama muslim desa Tangga Batu memiliki luas wilayah ± 400 Hektar dengan Topografi dan Desa Tangga Batu sendiri berbatasan dengan langsung dengan desa  yang ada di kecamatan Seluma Selatan

  • Sebelah Utara berbatasan dengan kelurahan Rimbo Kedui
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sengkuang
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Padang Genting
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Padang Genting

Desa Tangga Batu terdiri dari dua Dusun yaitu Dusun Damai dan Dusun Sejahterah berdasarkan data Tahun 2020 Jumlah penduduk Desa Tangga Batu lebih kurang 860 jiwa terdiri dari laki-laki 414 Jiwa dan Perempuan 446 Jiwa untuk penduduk desa Tangga batu mata pencaharian 85 % petani untuk menunjang kebutuhan masyarakat desa Tangga Batu di lengkapi dengan fasilitas mulai dari sekolah dasar,tempat pendidikan anak usia dini dan tempat ibaadah yaitu 2 masjid  dan satu musolah

masyarakat desa Tangga batu sendiri  memiliki potensi di bidang pertanian y irigasi air Seluma aitu Persawahan  dan perkebunan Kelapa Sawit  yang mana potensi tersebut di manfaatkan masyarakat untuk menunjang kebutuhan ekonomi  kehidupan Sehari-hari.

Iklim desa Tangga Batu, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim Tropis Yaitu Panas dan Musim Penghujan , hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama yang ada di Desa tangga Batu.

Keadaan Sosial

Penduduk Desa Tangga Batu didominasi oleh penduduk asli yang bersuku Serawai. Sehingga kearifan lokal masih terjaga dan masih menjadi panutan hidup masyarakat.

Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Tangga Batu bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalahtersedianya lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Seluma. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan usaha kecil pemberian kredit sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di bidang perdagangan.

Tingkat angka kemiskinan Desa Tangga Batu tergolong rendah sehingga desa harus bisa mencari peluang lain yang bisa menunjang peningkatan taraf ekonomi  bagi masyarakat. Banyaknya kegiatan Ormas di Desa Tangga Batu seperti Remaja Masjid, Karang Taruna, Jama’ah Yasin, Tahlil, PKK Dharmawanita, Posyandu, Kelompok Arisan, Kelompok tani merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.

KESEJAHTERAAN WARGA

Uraian Jumlah
Jumlah Penduduk Sangat Miskin Jumlah penduduk miskin Jumlah penduduk sedang Jumlah penduduk kaya KK KK KK KK

PENGANGGURAN

Uraian

Keterangan

Jumlah penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja

-orang

Jumlah angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun

261orang

FASILITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Jenis Fasilitas Pendidikan Jumlah Jenis Fasilitas Kesehatan Jumlah
Gedung Paud 1 Pustu
Gedung SD 1 Posyandu 1
Gedung SLTP Puskeswan
Gedung SLTA

Keadaan Ekonomi

Kekayaan Sumber Daya Alam  yang ada di Desa Tangga Batu amat sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya.Pendapatan desa merupakan jumlah keseluruhan penerimaan desa yang dibukukan dalam APBDes setiap tahun anggaran. Sumber Pendapatan Desa :

  • Sumber Pendapatan Desa
  1. Alokasi Dana Desa
  2. Dana Desa

Prasarana dan Sarana Desa

Pembangunan masyarakat desa  diharapkan bersumber pada diri sendiri(kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yangseimbang agar dapat meningkatkankualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.

  • Prasarana kesehatan:
    • Posyandu     : 1 unit
    • Pustu            :     unit
    • Bidan Desa  : 1 orang
  • Prasarana Pendidikan
    • Taman Paud  : 1   unit
    • SD / MI          : 1 unit
    • SLTP / MTs   : –   unit
    • SLTA / MA    : –   unit
    • TPA / TPQ     : 2  unit
  • Prasarana Umum lainnya
    • Tempat ibadah          :  3 unit
    • Lapangan Olah raga :  1 unit  

Pengelolaan sarana dan prasana merupakan Tahap keberlanjutan dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Proses penyiapan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil serta semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan, mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah:

  1. Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan,
  2. Perencanaan secara partisipatif, terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan,
  3. Kapasitas pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan.

Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan agar masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan.

Berita Terbaru