Sejarah awal terbentuknya Desa Tangga Batu dimulai sekitar tahun 1902.Pada tahun itu Tangga Batu adalah sebuah dusun yang berada dipinggiran perairan sungai batang hari atau air seluma.Hal ini didorong karena trasportasi yang sangat mudah pada saat itu adalah aliran air untuk membawa hasil bumi dan keperluan lainnya. Tangga Batu dihuni 3 pondok dan tiga jungku / keluarga. Jungku pertama Bendarhasin, jungku kedua Kuris dan jungku yang ketiga Reguak. Bahkan Tangga Batu pun belum layak menjadi sebutan sebuah dusun.
Pada tahun 1930 seiring dengan masuknya Inggris yang saat itu menjajah dan mengambil hasil bumi terutama rempah – rempah dari Seluma. Maka Inggrispun mulai membuka akses jalan, dan membentuk pesirah dan keresidenan,sebutan wilayah pada saat itu. Maka masyarakat yang tinggal dipinggiran air mulai pindah mendekat ke jalan dan meninggalkan dusun tua yang sampai sekarangpun masih menjadi sejarah dengan adanya batu panjang yang tersusun seperti tangga.
Pada tahun 1930 Tangga Batu bergabung dengan dusun Padang Genting. Seiring dengan perkembangan zaman dan pemikiran – pemikiran beberapa tokoh masyarakat yang mulai berkembang dan penduduk bertambah, maka digagaslah Tangga Batu yang tadinya bagian dari Dusun Padang Genting untuk memisahkan, menjadi sebuah desa sendiri. Dengan aturan pada saat itu sebuah Desa atau Dusun minimal 40 kepala keluarga sedangkan Tangga Batu baru dihuni 32 kepala keluarga.
Setelah serangkaian proses yang panjang, dan berbagai perundingan antara tokoh masyarakat Tangga Batu dan Desa Padang Genting yang difasilitasi pemerintah dan bertambahnya jumlah penduduk maka pada tahun 1974 terbentuklah Desa Tangga Batu yang sekarang ini.
Sampai saat ini Desa Tangga Batu telah mengalami beberapa kali peralihan kepemimpinan. Dimulai oleh Bapak Deli yang pada saat itu menjadi tokoh utama terbentuknya Desa Tangga Batu. Dengan periode kepemimpinan dimulai pada tahun 1974 sampai dengan tahun 1982 Selanjutnya tampuk kepemimpinan digantikan oleh Bapak Zawawi sebagai Kepala Desa dan Bapak Ruslan Sebagai Sekretaris Desa tapi seiring berjalan bapak zawawi cuman menjabat selama satu tahun dan selanjutnya kepemimpinan di lanjutkan oleh Bapak Ruslan sebagai kepala Desa yang menjabat pada tahun 1982 sampai dengan tahun 1986 dan kepemimpinan dilnjutkan Kembali Oleh Bapak Deli dan sekretaris Bapak Mai’nudin,Selanjutnya bapak Deli meninggal dunia jadi kepemimpinan dilanjutkan oleh bapak Mainudin Sebagai Pejabat Sementara Sebagai Kepala Desa Sampai dengan Tahun 1998 Kemudian pada Tahun 1998 sampai tahun 2006 Bapak Ismadi dipercaya sebagai kepala desa dan bapak Nahum sebagai sekretaris desa. Selanjutnya desa Tangga Batu dipimpin oleh Bapak Burnian Hadi yang menjabat selama dua periode kepemimpinan dimulai tahun 2007 sampai 2012 dengan Sekretaris Bapak Nahum
dan periode kedua pada tahun 2013 sampai 2019 dengan sekretaris Desa Bapak Parjono S.E.dan Pada tahun 2019 Pertengahan Januari di lantiklah Pejabat Sementara yaitu saudara Bapak Heriyanto, SE dan Pada tanggal 17 Desember 2019 di lantiklah Oleh Bupati Seluma Kepala desa definitif yaitu bapak Ir.Sarjono dari Tahun 2019 sampai dengan sekarang,Desa Tangga Batu mempunyai beberpa jabatan pembantu bapak Kepala Desa yaitu Bapak Parjono SE.dengan jabatan Sekretaris desa Bapak Eddy Susanto dengan Jabatan Kepala Urusan Keuangan dan Kepala urusan umum di jabat Oleh Saudari Ibu Neneng Kurniawati,SE selanjutnya Kepala Seksi pemerintahan dijabat oleh Bapak Marizon Apico.S.Pd,Kepala Seksi kesejateraan dan Pelayanan di jabat oleh Bapak Herlan Zairi dan desa Tangga Batu mempunyai dua kepala kewilayaan/dusun yang mana jabatan kepala wilayah/Dusun Damai satu yaitu Bapak Frengki Julista yogi dan kepala Wilayah.Dusun Sejahterah Bapak Budi Hartono



